Watching You 1 – Cerita Cinta Series 1

Awal.

Bersambung ke Watching You 2 – Cerita Cinta Series 1

Kau sibuk hari ini? Kalau tidak ayo renunian. Kutunggu di café langganan kita dulu – Sana

Karen membaca pesan dari sahabatnya pada saat masih di bangku kuliah dulu. Dia sebenarnya sama sekali tidak ingin bertemu siapa-siapa, alasan sederhana karena tubuhnya sangat lelah karena pekerjaan yang harus diselesaikan. Tetapi, Karen juga menyadari bahwa dia butuh jeda dari semua itu jadi dia hanya menjawab singkat pesan tersebut dan setuju untuk bertemu.

Karen adalah seorang wanita yang baru menginjak umur 23 tahun, dimana dia sudah berkerja di salah satu publisher besar menjadi seorang editor dan juga copy writer. Pekerjaan yang menyenangkan tetapi juga sangat melelahkan, karena tenggat waktu yang ketat.

Karen lalu membereskan semua berkas yang terlihat berantakan di meja kerjanya, mematikan komputer dan juga memasukan barang-barangnya ke dalam tas. Karen hanya berharap dengan bertemu sahabatnya akan membantu mendinginkan otaknya yang panas seperti CPU computer.

“Sudah mau pulang?” Tanya Tian salah satu senior Karen di kantor yang selalu membantunya.

“Iya, aku ingin bertemu Sana. Sudah lama aku tidak memberikan waktu untuk diriku.” Jawab Karen

“Sana? Yang dulu pernah ke sini mengantarkanmu?” Tanya Tian, entah mengapa suara Tian sedikit lebih ceria. Karen hanya menangguk pelan sambil melepas ponselnya dari charger.

“Boleh aku ikut?” Pertanyaan Tian sukses membuat Karen berhenti dari aktivitas beres-beresnya. Karen memandang Tian dengan sedikit bingung, karena selama ini hubungan mereka hanyalah sebatas rekan kerja – cerita cinta – dan tidak pernah pergi bersama ataupun hanya makan siang di kantor.

Tian hanya tersenyum canggung, “kau tahu? Temanmu itu cantik. Apakah dia punya pacar?”

Ah, begitu rupanya. Karen mengerti kemana tujuan yang diinginkan rekannya ini. Karen hanya tersenyum sambil melanjutkan acara membereskan barang yang sempat terhenti tadi.

“Sana masih sendiri, mungkin dia akan menyukaimu.” Kata Karen, selama setahun bekerja di kantor ini Karen tidak pernah melihat Tian bersemangat seperti ini. Tian lumayan tampan tapi sayangnya bukan tipe yang Karen cari, akan tetapi Karen tahu bahwa sahabatnya akan menyukai seniornya itu.

Dengan sigap Tian langsung membereskan semua barang yang ada di mejanya. Entah datang dari mana kecepatan itu, Tian yang biasanya lama membereskan semua keperluannya sudah selesai memasukan apa saja ke dalam tasnya dalam waktu yang singkat. Karen hanya tertawa dengan pelan meihat itu semua.

“Ayo, berangkat sekarang.” Kata Tian dengan senyum sumringahnya. Karen hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil berjalan menuju parkiran. Tian sendiri selalu membawa mobil untuk berangkat ke kantor. Tidak seperti Karen yang lebih memilih menaiki transpotasi umum dalam kesehariannya.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di café dimana Karen dan Sana akan bertemu, apalagi dengan cara menyetir Tian yang sepertinya sudah tidak sabar ingin berkenalan dengan sahabat baik Karen itu.

Karen dan Tian masuk ke dalam café yang sedikit ramai. – cerita cinta – Desain café itu hanya sedikit berubah di beberapa tempat, tetapi tetap memberikan kesan nyaman yang masih sama untuk Karen. Karen menuju tempat dimana biasanya dia duduk dengan Sana, dan benar Sana duduk disana. Tetapi Sana tidak sendirian, dia bersama seorang pria yang sedang mengutak ngutik sebuah kamera.

Siapa? Batin Karen.

“Sana!” Karen memanggil sahabatnya tersebut dan Sana langsung mendongak lalu tersenyum dengan lebar kea rah Karen. Karen pun langsung membawa kakinya untuk menghampiri sahabatnya tersebut.

“Dasar orang sibuk, setidaknya balas pesanku.” Omelan Sana langsung menusuk telinga Karen pada saat memeluk tubuh Karen.

“Maaf, kau tahu perkerjaanku seperti dikejar debt collector.” Sahut Karen dan membalas pelukan Sana. “Ah, kenalkan ini Tian temanku di kantor. Tian ini Sana sahabatku dari kuliah.” Lanjut Karen

Tian dan Sana bersalaman dengan cepat sambil menyebutkan nama masing-masing. Karen tertawa pelan melihat Tian yang berusaha tampil keren dihadapan Sana, yang hanya dibalas tatapan bingung Sana dan tatapan sinis dari Tian.

“Bagus kau membawa teman, ayo aku kenalkan dengan seseorang yang juga ku bawa.” Kata Sana. Selanjutnya Karen bersama Tian menyusul Sana untuk menghampiri tempat duduk mereka.

“Jeon, kenalkan ini Karen yang akan membantumu bersama Tian. Karen, ini Jeon Jungkook adik tingkat kita dari club fotografi. Asli Korea.” Kata Sana bersemangat.

Tunggu. Membantu? Batin Karen. Karen memberikan wajah bingung ke arah Sana. Melihat pandangan mata Karen, Sana tahu dia dalam masalah besar sekarang. – cerita cinta – Tetapi hanya ini yang cara yang bisa dia lakukan untuk membuat Jungkook berhenti menganggunya.

“Ehm, begini Karen. Kau kan juga salah satu senior yang berpengaruh dalam club fotografi kita, mereka akan mengadakan salah satu pameran dimana membutuhkan beberapa arahan. Aku tahu hanya kau yang bisa membantu, jadi tolong ya?” Sana mulai menjelaskan semua dengan memberikan mata yang memelas.

“Kenapa aku? Kau tahu aku tidak bisa meninggalkan perkerjannku Sana. Aku sibuk saat ini.” Jawab Karen dengan nada kesal yang tidak dibuat-buat.

“Kau tahu Karen? . . .

Bersambung ke Watching You 2 – Cerita Cinta Series 1

Leave a Comment